Selasa, Januari 25, 2011

Jalan Persib ke LPI Terbuka Lebar

Rabu, 26 Januari 2011 - 13:26 wib

http://www.bolaindo.com/data/berita/13243

JAKARTA - Lampu hijau diberikan untuk Persib Bandung untuk meninggalkan Liga Super Indonesia (LPI). Tidak tanggung-tanggung, peluang Persib untuk hengkang dari Liga Super Indonesia (LSI) sangat terbuka lebar jika pengurus klub mau menyatakan kesiapannya pindah ke (LPI).

Menurut Juru Bicara LPI Abi Hasantoso, pihaknya secara terbuka akan menerima tim Maung Bandung untuk menjadi klub ke-20 di LPI. "Kalau mau ke LPI kita buka pintu lebar-lebar bagi Persib," ujar Abi kepada wartawan di kantor LPI di gedung Medco, Jakarta Selatan, Rabu (26/1).

Sebagai tim yang kini sedang terseok-seok di papan bawah klasemen LPI, Abi menilai sudah selayaknya Maung Bandung bergabung ke LPI.

"Persib Bandung itu klub profesional. Klub ini memberikan contoh yang baik bagi persepakbolaan kita karena sudah mandiri," jelasnya.

Soal keputusan Persib akan menjadi bagian dari klub penghuni LPI Abi berharap pada keputusan manajemen.

Dia mengaku saat ini pengurus Persib belum memberikan pernyataan resmi untuk bergabung ke LPI. "Secara formal memang belum ada," katanya.

Kabar berhembusnya Persib pindah ke LPI memang kian gencar setelah klub yang diarsiteki Daniel Roekito ini menelan hasil kurang memuaskan. Faktor perangkat pertandingan yang tidak adil juga membuat manajemen gerah.

Fenomena di Indonesia

Misteriusnya Crop Circle di Sleman

Jakarta - Penampakan crop circle di sawah yang ditanami padi di Berbah, Sleman hingga kini masih misterius. Tidak diketahui bagaimana lingkaran terpola misterius itu tercipta. Di tengah misteri ini, muncul sebuah blog yang menceritakan bahwa crop circle itu sebenarnya dibuat mahasiswa UGM. Benarkah? Tulisan di blog itu hoax, gak layak dipercaya.

Tulisan berjudul 'Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)' itu sudah muncul di berbagai forum, termasuk detikforum, Selasa (25/1/2011). Namun, sebagian besar pengomentar menganggap tulisan itu sampah (hoax) alias tidak bisa dipercaya.

"Belum bisa percaya. Belum ada bukti yang riil. sori," tulis member detikforum ber-ID nasionalis_24.

"Penjelasannya masih dRagukan..," tulis member ber-ID yoake.

Masih banyak member lain yang meragukan kebenaran atas tulisan ini.

Sementara itu, Michael Gumelar, Ketua UFO-Indonesian Community (UFO-IC) mempertanyakan bukti bahwa crop circle itu buatan mahasiswa UGM. "Mereka mengklaim, itu sesuatu yang bagus, tapi kalau mengklaim harus disertai bukti-bukti. Bagaimana cara membuatnya, bagaimana kronologinya? Kita tunggu saja, kalau nggak disertai bukti-bukti ya sama saja bohong. Sulit untuk melacak
kebenarannya," kata dia kepada detikcom.

Dia menduga sebentar lagi akan banyak pihak yang mengklaim sebagai pembuatnya. Sebab, kata dia, crop circle ini baru pertama kali terjadi di Indonesia dan langsung menasional.

Pemantauan detikcom, tulisan 'Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)' memang terlihat hanya upaya mencari sensasi di tengah misteri crop circle di Sleman. Di dalam tulisan itu, tidak dijelaskan indetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu. Alur ceritanya juga dibuat sekenanya, banyak yang tidak masuk akal.

Tulisan itu menceritakan bahwa ada lebih dari 6 mahasiswa UGM yang terlibat dalam pembuat crop circle itu. Mereka membuat hal itu, untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian. Menurut sang penulis, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.

Untuk meyakinkan pembaca, sang penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Menurut sang penulis, para mahasiswa itu membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. "Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti," tulis dia.

Percayakah Anda dengan tulisan klaim mahasiswa UGM ini?